“Wahai Nabi ! Katakanlah kepada isteri isterimu, anak anak perempuanmu, dan isteri isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Alloh Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzaab : 59)
 
Hari ini banyak wanita keluar rumah, mereka bergaul dengan lelaki, berdesak desakan dengan lelaki. Kita lihat di jalan, wanita wanita berkeliaran, bertingkah laku, berpakaian seperti wanita orang orang kafir. Wanita kafir membuka aurat, begitu pula wanita Islam hari ini. Mereka yang bernyanyi di TV, melakukan fashion show, membaur dengan laki laki di pasar, padahal mereka itu adalah wanita wanita Islam. Sunnah Nabi saw dan cara hidup isteri isteri Nabi saw sudah ditinggalkan oleh wanita wanita Islam hari ini.
 
Alloh SWT telah memerintahkan ummul mukminin supaya berhijab walaupun dari sahabat Rosululloh saw yang buta sekalipun. Sedangkan kita hari ini telah mengikuti cara hidup orang orang Yahudi dan Nasrani, asbab terkesan dengan kehidupan mereka. Isteri isteri Rosululloh saw adalah wanita wanita di zaman nabi saw yang diperintahkan untuk duduk dalam rumah. Maka mujahadah wanita, jihad wanita, adalah berjihad atas nafsu mereka, yaitu tinggal di rumah rumah mereka membuat amalan agama. Inilah fikir kita, bagaimana kaum wanita kembali duduk dalam rumah mereka.
 
Lalu bagaimana kita dapat mewujudkan suasana agama ? Maka, bagi wanita, inilah medan usahanya. Dakwahnya adalah kepada sesama kaum wanita. Apabila datang kawan kawan dia ke rumah, inilah medan jihad buat mereka. Dakwahi mereka, berbicaralah mengenai agama, kebesaran Alloh SWT, dengan mereka. Sehingga dia akan terhindar dari majelis majelis ghibah, mengumpat dan sebagainya. Dan juga usaha bagi wanita yang paling dekat sekali adalah anak anaknya. Bagaimana dia dapat mendidik anak anak dia secara Islami, secara agama.
 
Kargozari
 
Ada satu kisah yang terjadi di Yordan, suatu ketika satu jamaah wanita masturat keluar ke satu rumah. Rumah ini disewa oleh orang lama. Ketika datang jamaah, pemilik rumah akan mengantar anak perempuannya ke universitas. Mereka adalah wanta yang keluar rumah tanpa menutup aurat. Ketika anak perempuan ini datang ke dalam rumah untuk mengambil sewa, si anak perempuan ini dipanggil untuk duduk sama sama mendengar halaqah taklim, mendengar ayat Al Quran dan Hadits.
 
Kesan dari taklim dan mudzakaroh bersama jamaah telah memotivasi dia, sehingga dia terus menangis. Setelah mengambil sewa, anak gadis tadi balik ke rumah, lalu dia menangis kepada ibunya. Ibunya bertanya “Ada apa kamu ini, tiba tiba pulang ke rumah menangis ?” Ditanya oleh ibunya, dia diam saja. Kemudian si anak gadis ini segera shalat, berdoa menangis kepada Alloh SWT. Dalam doanya dia bertobat kepada Alloh SWT, sampai pagi, sehingga dia tertidur keletihan berdoa dan menangis.
 
Setelah bangun, ibunya tanya “Kamu kenapa tidak pergi nak ke universitas ?” Anak gadis ini berkata “Bagaimana saya mau pergi ? Saya selama ini berada dalam kemurkaan Alloh SWT” Sementara si ibu ini sama cara hidupnya dengan si anak gadis, jika keluar rumah tidak tutup aurat. Terus ibunya berkata “Tidak apa apa. Nanti kita beli purdah, kita pakai ke universitas.” Si anak gadis ini menolak ke universitas. Dia tidak mau karena di sana bergaul para lelaki dan wanita bebas sesuka hati, membaur bersama sama. Si anak gadis ini berkata bahwa dia tak akan mau keluar rumah kecuali dengan berpurdah. Melihat ini ibunya pergi ke jamaah tanpa pakai hijab juga, dan cerita mengenai anaknya. Ibunya cerita bahwa setelah kembali dari jamaah ini, anak ini menangis dan menangis hingga dia tak mau pergi ke universitas. Sekarang dia tidak mau keluar rumah kecuali dengan berpurdah. Ibunya berkata “Saya datang untuk pinjam satu hijab dari pada jamaah.” maka ibunya pun balik ke rumah dengan membawa hijab. Sesampainya di rumah, dia lihat anaknya tertidur, kemudian dibangunkan anaknya. Ternyata sudah meninggal dunia. 
 
Nabi saw bersabda :
 
” Demi Zat yang nyawaku dalam kekuasaanNya, ada diantara manusia, orang orang yang beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga tidak tinggal antara dia dan neraka melainkan satu hasta. Namun takdir telah mendahuluinya, dia mati beramal dengan membawa amalan ahli surga. Sehingga dia masukkan Alloh SWT ke dalam surga.”
 
 
Anak perempuan tersebut yang selama ini berada dalam kemurkaan Alloh SWT, telah dikaruniai Alloh SWT mati dalam keadaan beriman. Berazam bahwa dia tidak akan keluar dari rumahnya kecuali menutup aurat, Alloh maafkan dia.
 
Nabi saw telah bersabda dari firman Alloh SWT dalam hadits Qudsi :
 
“Wahai hamba hambaKu, ketika Aku ingat kepadamu, tetapi engkau melupakanKu. Aku tutup aibmu, tetapi engkau tetap mendurhakaiKu. Jika Aku inginkan pada saat ini, maka Aku berkuasa untuk perintahkan bumi untuk menelanmu, dan memerintahkan bukit untuk menghancurkan kamu di bawah api apinya yang panas. Tetapi ingatlah hambaKu, bahwa setiap manusia pasti akan datang ke hadapanKu. Dan Aku akan beritahu segala amalan amalan mereka. Aku akan jalankan hisab hisab atas amalan amalan perbuatan mereka. Dan pada hari itu Aku akan ceritakan segala kesalahan kesalahan kamu. Maka pada hari itu kamu akan merasa alangkah baiknya kalau saya tidak lakukan kesalahan kesalahan ini dan dosa dosa itu. Tetapi sebagaimana di dunia dulu Aku telah menutup kejahatanmu dan keburukanmu, maka pada hari ini engkau akan Aku maafkan dan akan Aku ampunkan. Untuk itulah Aku telah namakan diriKu Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”