1.Ajaklah istri Anda bermusyawarah, bertukar pikiran, kalau perlu jadikanlah ia “penasihat” Anda. Meskipun demikian, keputusan terakhir tetap di tangan Anda, lho….

2. Anggaplah istri Anda sebagai sahabat hati Anda, sehingga Anda merasa aman dan bebas kalau ingin berbagi cerita dengannya.

3. Apalah artinya senyuman Anda, jika hati dan jiwa Anda tidak tersenyum?

4. Bagi suami ideal, istrinya-lah “bidadari tercantik” di muka bumi ini, sehingga hatinya tak pernah tertarik (apalagi berpaling) kepada wanita lain.

5. Bersikap dan bertutur kata mesra hanya dengan istrinya, tidak dengan wanita lain!

6. Bertanggung jawab memberi penghidupan istri dan keluarganya dengan jalan yang halal sehingga hidupnya penuh berkah.

7. Diam tepat pada waktunya. Kapan? Kalau istri Anda sedang marah-marah atau meledak emosinya, lebih baik diamlah sesaat, lalu setelah mereda, bisikkanlah kata-kata mesra di telinganya, “Sayangku, maafin papa, ya…”

8. Ingatlah bahwa bukan hanya sentuhan dan belaian bibir dan tangan sajalah yang diharapkan istri Anda, melainkan juga sentuhan dan belaian dengan hati dan jiwa Anda yang amat dinantikannya. Bagaimana cara menyentuh hati? Dengan kata-kata mesra. Bagaimana cara membelai jiwa? Dengan tatapan mata penuh cinta.

9. Mampu ngemong (menjaga-Jw.) istri, anak, mertua, dan menjalin hubungan yang harmonis dengan siapapun

10. Mampu dan mau berperan dan bersikap sebagai lelaki, sahabat, sekaligus ayah yang baik di dalam keluarga.

11. Mampu menghargai dan memuji (pekerjaan, masakan, hasil karya, dsb) istri Anda.

12. Mau menerima nasihat, saran, kritikan, komentar, pujian, dsb dari istri dengan hati dan jiwa yang terbuka.

13. Membebaskan dan mendukung istri Anda untuk mengembangkan potensi dan kemampuan dirinya. Misalnya istri Anda hobi memasak, kursuskan saja, agar hasil masakannya lebih bervariasi dan tentunya lebih lezat.

14. Mencintai dan menyayangi istri karena Allah dengan hati yang tulus.

15. Menjaga citra dan reputasi keluarga, misalnya dengan selalu berusaha menjadi lebih baik dari hari kemarin.

16. Menyiapkan “kejutan” di hari-hari istimewa, misalnya di hari lahir istri Anda, hari ulang tahun perkawinan. Berikan perhatian di hari istimewa tersebut, sesibuk apapun Anda. Misalnya dengan mengirim sms “Met Ultah ya, bidadariku…smoga qta slalu bahagia & diberkati Allah. Doakan papa menang tender ya, syg…Tq. Love, papa.”

17. Pahamilah istri Anda BUKAN seperti Anda memahami diri Anda sendiri. Ingatlah bahwa Anda berdua diciptakanNya unik dan berbeda, sehingga memerlukan pemahaman dan pendekatan yang berbeda pula.

18. Sebaiknya Anda tidak cemburu buta padanya.

19. Selalu berkomunikasi dan terbuka dengan istri.

20. Selalu mendukung aktivitas dan kreativitas istri (yang bermanfaat, tentunya). Misalnya: saat waktu luang istri Anda merawat tanaman hias, tentu akan lebih biajaksana jika Anda berpikir ini adalah suatu peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan daripada hanya sekadar melarangnya tanpa argumentasi yang tepat.

21. Selalu menjaga dirinya sendiri dan keluarganya dari semua hal yang dibenci dan dilarang Allah.

22. Semakin sering Anda memanjakannya (secara wajar, rasional, dan proporsional), maka semakin sering pula dia akan memanjakan Anda. Jadi, memanjakan istri, boleh dong….

23. Tidak menganggap istri Anda sebagai asisten (alias pembantu) yang harus setiap saat siap melayani Anda.

Bila Anda belum mampu melakukan semua “rahasia” di atas, jangan khawatir… selalu ada waktu untuk mencoba!!!

Oh ya, ada satu lagi….Jika kehidupan Anda telah berhasil karena artikel ini, maka sebaiknya Anda berbagi rahasia ini kepada kawan Anda. Bukankah rahasia kebahagiaan yang terbesar itu adalah ketika Anda mau berbagi?

—————–

JILBAB BUKAN HALANGAN BERKARYA DAN BERPRESTASI