Ada seorang wanita datang berhijrah ke Madinah dengan seorang anaknya. Anaknya telah diletakkan di suffah, dan ibunya berada di rumah seorang sahabiyah. Maka pada suatu hari anaknya telah meninggal dunia. Para sahabat telah mengurus jenazahnya, dan pergi kepada Rasulullah SAW untuk meminta beliau untuk mensholati jenazah tersebut. Rasulullah SAW bertanya, “Apakah kalian telah memberitahu ibunya?” Kata para sahabat, “Tidak, ya Rasulullah.”

Rasulullah SAW menyuruh para sahabat untuk memberitahu ibunya. Lalu ibu anak itu kemudian datang, dan duduk di samping jenazah anaknya seraya berdoa, “Ya Allah, aku telah datang karena cintaku kepadaMu dan cintaku kepada RasulMu. Aku telah meninggalkan berhala, karena aku tidak memerlukan mereka. Maka janganlah Engkau malukan aku terhadap musuh-musuhku, karena nanti mereka menganggap kematian anakku adalah karena kemarahan berhala-berhala akibat aku pindah kepada agamaMu.” Belum sempat selesai doa sang Ibu, Allah SWT telah mengembalikan ruh anaknya, sehingga hidup kembali. Dan dia terus hidup hingga wafatnya Rasulullah SAW, wafatnya Umar RA, dan hingga wafat ibunya sendiri.

Berikut adalah target dari Wanita/Masturot untuk dapat menjadi :

1. Dai’yah : Mudah dalam mengajak dan mempengaruhi, pantang putus asa, dan Mahabbah
2. Abidah : Ahlinya menghidupkan amalan nurani di rumah dengan dzikir ibadah & Adab Sunnah
3. Alimah : Mempelajari Fiqih-Figih kewanitaan sebagai Modal Hidup dan Dakwah
4. Murobiyah : Mendidik anak sesuai tuntunan Nabi SAW
5. Khadimah : Berkhidmat pada suami agar mau berangkat di Jalan Allah

Menjadi Dai’yah

Allah Swt telah memberikan kelebihan kepada wanita ini sebagai modal dalam dakwah :

1. Kelembutannya : Mahabbahnya terhadap orang ini melebihi laki-laki pada umumnya
2. Mudah Terpengaruh : Tidak sulit untuk diyakini dan diajak
3. Mudah Mempengaruhi : Orang mudah tertarik dengan pembicaraannya
4. Sunguh-sunguh dalam mendapatkan apa yang ia ingini : tidak berputus asa.

Ini adalah modal yang paling diperlukan dalam Dakwah. Inilah sifat-sifat yang telah Allah tanamkan dalam diri wanita, yang jika digunakan untuk dakwah dapat membawa perubahan yang besar pada orang-orang disekelilingnya. Dalam sejarah Nabi SAW, dikatakan bahwa bibi daripada Nabi SAW ini masuk islam semua, sedangkan paman-paman Nabi inilah yang sebagian menerima, dan sebagian menentang. Pada waktu orang-orang murtad kebanyakan yang murtad adalah kebanyakan dari yang laki-laki, justru dari kalangan wanita bahkan bisa dibilang hampir tidak ada.

————

Artikel : Shahabiyah ( Grup wanita )