Betapa besar nikmat dan karunia Allah kepada kita, sehingga dengan keberkahan puasa, makanan yang dimakan sebelum fajar (sahur untuk berpuas) pun berpahala, sehingga kaum muslimin memperoleh pahal tersebut. Salah satu hadistnya,

Dari Ibnu Umar r.huma., Rasulullah saw. bersabda, “ Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya mengirimkan rahmat ke atas orang-orang yang makan sahur.” (Thabrani, Ibnu Hibban – At-Targhib).

Banyak hadist yang menerangkan tentang keutamaan dan pahala makan sahur. Namun banyak juga orang yang tidak mendapat pahala yang besar ini karena kemalasan mereka. Ada sebagian orang yang setelah tarawih langsung makan sebagai pengganti sahur lalu tidur. Mereka kehilanagn berkah sahur yang sebenarnya, karena sahur artinya makan menjelang fajar. Sebagian ulama mengatakan bahwa sahur dimulai setelah lewat tengah malam.

Banyak hadist yang menyatakan tentang keutamaan sahur. Nabi saw. bersabda, “Perbedaan antar puas kita dengan puasa Ahlul-kitab adalah kita makan sahur sedangkan mereka tidak.” Beliau juga bersabda, “Selalulah ersahur, karena didalamnya terdapat berkah yang besar.” Riwayat lain menyebutkan, “Terdapat keberkahan pada tiga hal: (1) Dalam berjamaah, (2) Dalam makan tsarid (roti yang dicampur dengan kuah), dan (3) Dalam makan sahur.

Dalam hadist ini, penggunaan kata jamaah bersifat umum, sehingga dapat kita simpulkan bahwa kata jamaah tersebut meliputi shalat berjamaah dan semua amal shalih yang dilakukan secara berjamaah, karena pertolongan Allah swt. akan datang kepada orang yang selalu berjamaah. Sedangkan Tsarid adalah roti bakar yang dimasukkan ke dalam kuah daging. Dan hal ketiga yang disebutkan di dalam hadist ini adalah sahur. Apabila Rasulullah saw. mengundang para sahabatnya untuk makan sahur bersama, beliau bersabda, “Marilah kita makan makanan yang berkah ini bersamaku.” Sebuah hadist mengatakan, “Makanlah sahur agar kamu kuat berpuasa. Dan tidurlah siang hari untuk membantumu bangun (beribadah) pada akhir malam.

Dalam riwayat lainnya, Rasulullah saw. sering menganjurkan agar selalu bersahur, sehingga beliau bersabda, “Meskipun tidak ada makanan, bersahurlah walau dengan sebiji kurma atau seteguk air.” Oleh karena itu, ornag yang berpuasa hendaknya bersungguh-sungguh dalam meraih keutamaan dan pahala sahur untuk kenyamanan, manfaat, dan pahala bagi diri sendiri.

Walaupun demikian, kesederhanaan sangat penting dalam segala perkara, sebab berlebihan itu membawa celaka. Demikian juga dalam sahur, hendaknya jangan terlalu sedikit, sehingga melemahkan puasa dan jangan terlalu banyak, sehingga menyulitkan diri kita. Banyak hadist yang melarang makan dengan berlebihan. Beberapa alasan tentang keberkahan sahur, di antaranya:

  1. Dengan bersahur, berarti telah menjalankan sunnah Rasulullah saw..
  2. Dengan bersahur, kita membedakan diri kita dengan ahli kitab. Kita diperintahkan agar erbeda dengan mereka dalam segala hal.
  3. Sahur menambah kekuatan beribadah.
  4. Sahur meningkatkan kelapangan hati dlam beribadah.
  5. Sahur membantu menghilangkan kemarahan dan tabiat buruk yang biasa timbul karena lapar.
  6. Waktu sahur adalah waktu yang baik untuk membantu tetangga yang fakir miskin yang datang kepada kita karena kelaparan.
  7. Saat sahur adalah saat ketika doa-doa kita dikabulkan.
  8. Pada waktu sahur, seseorang berkesempatan untuk menginagt Allah swt., berdzikir, dan mengangkat tangannya ke hadirat Allah swt. untuk berdoa.

Hal-hal di atas merupakan beberapa alasan utama. Masih banyak lagi alasan lainnya mengenai keberkahan sahur.