Adab Makan.

  • Makan secara bersama atau berjamaah, agar hilang rasa sombong.

Allah swt. berfirman yang artinya, “Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian.” (QS. an-Nur: 61)

  • Sebelum menghidangkan makanan, sebaiknya dihamparkan soprah/alas yang bersih.
  • Mencuci tangan dengan air mengalir.
  • Do’a menghadap hidangan,

“Bismillahorrohmanirrohim, Allahumma baariklanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa ‘adzaabannaar“.

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Ya Allah, berikanlah keberkahan untuk kami pada sesuatu yang telah Engkau berikan pada kami sebagai rizki dan peliharalah kami dari siksa api neraka. Dengan nama Allah”.

  • Sebelum makan, disunnahkan mencicipi sedikit garam dengan menggunakan jari kelingking dengan membaca do’a, “Allahumma hani ‘amariah”.
  • Lebih baik makan buah terlebih dahulu, jika ada.
  • Disunnahkan makan dengan menggunakan tiga jari tangan kanan.

Dari Ka’ab bin Malik dari bapaknya beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu makan dengan menggunakan tiga jari dan menjilati jari-jari tersebut sebelum dibersihkan.” (HR Muslim)

Berkenaan dengan hadits ini Ibnu Utsaimin mengatakan, “Dianjurkan untuk makan dengan tiga jari, yaitu jari tengah, jari telunjuk, dan jempol, karena hal tersebut menunjukkan tidak rakus dan ketawadhu’an. Akan tetapi hal ini berlaku untuk makanan yang bisa dimakan dengan menggunakan tiga jari. Adapun makanan yang tidak bisa dimakan dengan menggunakan tiga jari, maka diperbolehkan untuk menggunakan lebih dari tiga jari, misalnya nasi. Namun, makanan yang bisa dimakan dengan menggunakan tiga jari maka hendaknya kita hanya menggunakan tiga jari saja, karena hal itu merupakan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

  • Makan memulai dengan yang letaknya terdekat kecuali bila macamnya berbeda maka boleh mengambil yang jauh.

Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Wahai anak muda, sebutkanlah Nama Allah (Bismillah), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa-apa yang dekat denganmu.” (HR. Bukhari Muslim).

  • Hendaknya tidak meniup pada makanan yang masih panas dan tidak memakannya hingga menjadi lebih dingin, hal ini berlaku pula pada minuman. Apabila hendak bernafas maka lakukanlah di luar gelas, dan ketika minum hendaknya menjadikan tiga kali tegukan.

Sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang untuk menghirup udara di dalam gelas (ketika minum) dan meniup di dalamnya.” (HR. At Tirmidzi)

  • Do’a dikala mulai makan.

“Bismillahi wa ‘ala barokatillahi”, “Dengan nama Allah dan atas berkah dari Allah”.

  • Do’a ketika lupa membaca Bismillah sebelum makan dan teringat di tengah makan.

“Bismillahi awwalahu wa akhirohu”, “Dengan nama Allah pada permulaannya dan akhirnya”.

  • Anjuran makan dari pinggir piring.

Diriwayatkan dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi bersabda, “Jika kalian makan, maka janganlah makan dari bagian tengah piring, akan tetapi hendaknya makan dari pinggir piring. Karena keberkahan makanan itu turun dibagian tengah makanan.” (HR Abu Dawud no. 3772, Ahmad, 2435, Ibnu Majah, 3277 dan Tirmidzi, 1805. Imam Tirmidzi mengatakan, “Hadits ini hasan shahih.”)

Hikmah larangan makan dari bagian tengah piring adalah, agar kita mendapatkan keberkahan yang berada di tengah-tengah makanan. Jika sedang makan bersama atau berjamaah terdapat hikmah yang lain, yaitu orang yang mengambil makanan berada di tengah, di nilai orang yang tidak sopan dan memilih yang enak-enak saja untuk dirinya sendiri.

  • Selesai makan, disunnahkan menjilati jari dengan urutan seperti potong kuku, yaitu jari tangan kanan dulu baru jari tangan kiri.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah satu di antara kalian makan, maka janganlah dia bersihkan tangannya sehingga dia jilati atau dia minta orang lain untuk menjilatinya.” (HR. Bukhari).

Apabila ada sesuatu dari makanan kita terjatuh, maka hendaknya dibersihkan bagian yang kotornya kemudian memakannya.

Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Apabila ada sesuap makanan dari salah seorang diantara kalian terjatuh, maka hendaklah dia membersihkan bagiannya yang kotor, kemudian memakannya dan jangan meninggalkannya untuk syaitan.” (HR. Muslim, Abu Daud)

  • Tidak boleh mencela makanan.

Mencela makanan tidak diperbolehkan, bahkan kita dianjurkan untuk memuji makanan. Dari Abu Hurairah r.a beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukai satu makanan, maka beliau memakannya. Jika beliau tidak suka, maka beliau meninggalkannya.” (HR. Bukhari)

Mencela makanan adalah ketika seseorang menikmati hidangan yang disajikan lalu ia mengomentari makanan tersebut dengan mengucapkan terlalu asin, kurang asin, lembek, terlalu keras, tidak matang dan lain sebagainya.

Hikmah dari larangan ini adalah: karena makanan adalah ciptaan Allah sehingga tidak boleh dicela. Di samping itu, mencela makanan menyebabkan orang yang membuat dan menyajikannya menjadi tersinggung (sakit hati). Ia sudah berusaha menyiapkan hidangan dengan sebaik mungkin, namun ternyata hanya mendapatkan celaan. Oleh karena itu syariat melarang mencela makanan agar tidak menimbulkan kesedihan dalam hati seorang muslim.

Jika makanan yang disantap enak, hendaknya membaca “Allahumma lakalhamdu walakal sukru“, dan yang mendengarnya membaca “Alhamdulillah“.

  • Hendaknya menghindarkan diri dari kenyang yang melampaui batas.

Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya.” (HR. Ahad, Ibnu Majah)

  • Do’a ketika selesai makan.

Alhamdulillahilladzii ath’amanaa wasaqoonaa waja’alanaa minal muslimiin“.

Ada Minum.

  • Jangan berdiri dan jangan dengan tanagn kiri.
  • Jika minuman panas, jangan ditiup. Lebih baik biarkan minuman itu sampai tidak terlalu panas.
  • Jangan minum seperti unta, minum seteguk demi seteguk.
  • Baca Bismillah sebelum minum, dan baca Alhamdulillah sesudahnya.
  • Memegang gelas dengan cara, jari kelingking berada di bawah gelas.