Ia adalah seorang janda yang dinikahi oleh Rasulullah saw. ketika beliau berusia 25 tahun dan Khadijah r.ha. berusia 40 tahun. Semua keturunan Nabi saw. berasal dari Khadijah r.ha., kecuali Ibrahim.

Pada mulanya pernikahan Khadijah r.ha. sudah direncanakan oleh Waraqah bin Naufal, namun pernikahan tersebut belum dapat terlaksana. Sebelumnya, Khadijah r.ha. sedah pernah menikah dengan dua orang laki-laki. Terdapat perbedaan pendapat di antara para ahli sejarah mengenai pernikannya ini, yakni siapakah diantara keduanya yang lebih dahulu menikah dengannya. Pendapat yang etrbanyak menyebutkan bahwa suami pertamanya adalah Atik bin ‘Aidz yang menghasilkan seorang anak perempuan bernama Hindun. Setelah dewasa, Hindun r.ha. masuk Islam dan beranak banyak. Sebagian lagi menulis bahwa dari Atik juga mendapat seorang anak laki-laki bernama Abdullah atau Abdi Manaf. Kemudian Khadijah r.ha. menikah dengan Abu Halah. Diriwayatkan bahwa dari pernikan tersebut, ia mendapatkan dua orang anak yang bernama Hindun dan Halah. Kebanyakan riwayat menyebutkan bahwa keduanya adalah laki-laki. Sebagian lagi menulis bahwa Hinlaki-laki, dna Halah perempuan. hindun masih hidup sampai zaman kekhalifahan Ali r.a..

Setelah Abu Halah meninggal dunia, Khadijah r.ha. menikah dengan Rasulullah saw. . Ketika itu, Khadijah r.ha. berumur 40 tahun. Beliau menjalani pernikahan bersama Rasulullah selama 225 tahun. Dan pada bulan Ramadhan tahun ke-10 hijriah, Khadijah r.ha. wafat dalam usia 65 tahun. Rasulullah saw. sangat mencintai Khadijah r.ha.. Pada masa hidupnya, beliau tidak pernah menikah dengan wanita lain. Gelar Khadijah r.ha. sejak sebelum Islam adalah Thahira (wanita suci). Oleh sebab itulah, anak-anaknya dari suami-suami sebelumnya juga disebut dengan Banu Thahira. Keutamaan dirinya telah banyak ditulis dalam kitab-kitab hadist. Ketika Khadijah r.ha. meninggal dunia, Rasulullah saw. sendiri yang turun ke makan dan menguburkannya. Pada waktu itu, shalat jenazah belum disyariatkan.