Rasulullah saw. menyebutkan dalam salah satu hadist tentang lima karunia Allah swt. terhadap umat ini yang tidak diberikan kepad umat-umat (yang berpuasa) terdahulu.

Keistimewaan ke-1: ‘Bau mulut orang yang berpuasa (karena lapar), lebih disukai Allah daripada harumnya minyak kasturi’.

Ini menunjukkakn hubungan kasih sayang antara Allah swt. dan makhluk-Nya yang sedang berpuasa. karena puasa adalah salah satu entuk ibadah yang paling disukai oleh Allah swt.. Oleh sebab itu, sebuah hadist menyatakan bahwa pahala setiap amalan akan dibawa oleh para malaikat, tetapi mengenai pahala puasa, Allah swt. berfirman, “Aku sendiri yang akan memberikannya, karena puasa hanya untuk-Ku.

Hadist lain menyebutkan, “Pintu segala macam ibadah adalah puasa.” Dengan puasa hati menjadi bersinar, sehingga dapat menghidupkan semangat beribadah. Ini akan didapat jika puasa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan memnuhi syarat dan adabnya, yaitu bukan hanya menahan lapar dan haus.

Keistimewaan ke-2: ‘Ikan-ikan di laut akan beristighfar untuk orang-orang yang sedanh berpuasa’.

Maksudnya, banyak makhluk yang akan mendoakannya. Hal ini banyak dikemukakan di dalam berbagai riwayat. Sebagian riwayat menyebutkan bahwa para malaikat akan memohonkan ampunan baginya.

Keistimewaan ke-3: ‘Surga dihiasi untuk menyambut bulan Ramadhan’.

Sebuah riwayat menyebutkan bahwa sejak permulaan tahun, surga telah dihias untuk menyambut bulan Ramadhan. Biasanya, semakin penting tamu yang akan datang, maka semakin awal pula persiapannya.

Keistimewaan ke-4: ‘Syaitan-syaitan jahat akan dirantai sehingga kemaksiatan akan berkurang’.

Adanya semangat ibadah dan gairah untuk memperoleh rahmatpada bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, sudah semestinya apabila syaitan berusaha sekuat tenaga menyesatkan orang-orang yang beriman dari jalan yang benar, sehingga kemaksiatan semakin bertambah sampai berlebihan, namun yang terlihat secara umu kemaksiatan berkurang.

Keistimewaan ke-5: ‘Pengampunan diberikan kepada seluruh orang yang berpuasa pada akhir malam bulan Ramadhan’.

Karena malam yang paling utama di antara malam-malam Ramadhan adalah malam Lailatul Qadar, para sahabbat r.hum. mengira bahwa keutamaan tersebut diperuntukkan bagi malam Lailatul Qadar. Nabi saw. menjawab, “Keutamaan Lailatul Qadar lain lagi, sedangkan nikmat ini adalah ganjaran untuk akhir Ramadhan.