Adab Keluar Rumah

Image“Wahai Nabi ! katakanlah kepada isteri isterimu, anak anak perempuanmu dan isteri isteri orang mukmin. Hendaklah mereka menutupkan jikbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Alloh Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Al Ahzaab: 59)

1. Tidak boleh keluar untuk melakukan yang keji

Alloh SWT berfirman :

“Dan janganlah kamu keluarkan mereka dari rumahnya dan janganlah (diizinkan) keluar kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan keji yang jelas.” (Ath Thalaq : 1)


2. Boleh keluar untuk memenuhi kebutuhan

Nabi saw bersabda (mahfum) :

“Sesungguhnya Alloh telah mengizinkan kalian para wanita keluar rumah untuk keperluan (hajat) kalian.”


3. Boleh keluar untuk ke masjid

Nabi saw bersabda (mahfum) :

“Apabila isteri salah seorang dari kalian meminta izin untuk pergi ke masjid, janganlah ia menghalanginya.”

4. Tidak boleh sendirian dan harus dengan mahramnya (suami, ayah, saudara kandung laki laki)

Nabi saw bersanda (mahfum) :

“Jangan sekali kali seorang lelaki bersendirian dengan seorang wanita, kecuali si wanita itu bersama mahramnya.”

5. Tidak boleh keluar seperti wanita wanita jahil keluar

Alloh SWT berfirman :

“Andaikata kalian keluar rumah untuk memenuhi keperluan, janganlah kalian seperti orang orang jahil yang memperlihatkan perhiasannya.”

6. Harus mendapat izin dari suami.

“Tiada seorang wanita yang keluar rumah tanpa seizin suaminya, melainkan dia akan dilaknati oleh segala sesuatu yang disinari matahari sampai ular ular dalam laut.” (Al Hadits).

Source : http://dakwahwanita.blogspot.com/2011/11/adab-keluar-rumah.html

Adab Berpakaian

Image

1. Pakaian Wanita Harus yang Menutup Seluruh Anggota Tubuh
 
“Wahai Nabi ! Katakanlah kepada isteri isterimu, anak anak perempuanmu, dan isteri isteri orang mukmin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Alloh Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Al Ahzaab: 59)
 
2. Haruslah pakaiannya yang Longgar dan Tidak Ketat
 
Nabi saw bersabda (mahfum)
 
“Pada akhir ummatku nanti akan ada wanita wanita yang berpakaian namun hakikatnya mereka telanjang. Diatas kepala mereka seperti terdapat punuk unta. Laknatlah mereka karena sebenarnya mereka itu wanita terlaknat.”
 
3. Tidak seperti Pakaian Laki Laki
 
dari Abu Hurairah ra (mahfum) :
 
“Rosululloh saw melaknat laki laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki laki.”
 
4. Tidak Berpakaian seperti Wanita Wanita Kafir.
 
Nabi saw bersabda (mahfum) :
 
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, ia termasuk golongan mereka.”
 
5. Kain harus Tebal, tidak boleh Tipis atau Transparan
 
dari Usamah bin zaid berkata (mahfum) :
 
“Rosululloh saw memberiku baju Qubthiyah yang tebal (biasanya baju tersebut tipis) yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Diyah al Kalabi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan kepada isteriku. Nabi bertanya, “Mengapa engkau tidak mengenakan baju Qubthiyah ? Aku Menjawab “Aku pakaikan baju itu pada isteriku.” Lalu Nabi saw bersabda “Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam, karena aku khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tubuhnya.”
 
6. Tidak Memakai Wangi Wangian
 
Nabi saw bersabda (mahfum) :
 
“Siapa pun wanita yang memakai wangi wangian, lalu ia melewati kaum laki laki agar tercium baunya, maka ia seperti pelacur.”
 
7. Bukan untuk Kesombongan dan Popularitas
 
Dari Ibnu Umar ra berkata bahwa Rosululloh saw bersabda (mahfum) :
 
“Barangsiapa yang mengenakan pakaian syuhrah (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Alloh mengenakan pakaian kehinaan kepadanya di hari kiamat lalu membakarnya dengan api neraka.”
 
8. Diutamakan Pakaian yang Berwarna Gelap.
 
Tatkala ayat ini turun “Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuhnya, maka wanita wanita anshar keluar rumah dalam keadaan seolah olah di kepala mereka terdapat burung gagak karena pakaian (jilbab hitam) yang mereka kenakan.”
 

Perintah Menutup Aurat (Adab Wanita)

“Wahai Nabi ! Katakanlah kepada isteri isterimu, anak anak perempuanmu, dan isteri isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Alloh Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzaab : 59)
 
Hari ini banyak wanita keluar rumah, mereka bergaul dengan lelaki, berdesak desakan dengan lelaki. Kita lihat di jalan, wanita wanita berkeliaran, bertingkah laku, berpakaian seperti wanita orang orang kafir. Wanita kafir membuka aurat, begitu pula wanita Islam hari ini. Mereka yang bernyanyi di TV, melakukan fashion show, membaur dengan laki laki di pasar, padahal mereka itu adalah wanita wanita Islam. Sunnah Nabi saw dan cara hidup isteri isteri Nabi saw sudah ditinggalkan oleh wanita wanita Islam hari ini.
 
Alloh SWT telah memerintahkan ummul mukminin supaya berhijab walaupun dari sahabat Rosululloh saw yang buta sekalipun. Sedangkan kita hari ini telah mengikuti cara hidup orang orang Yahudi dan Nasrani, asbab terkesan dengan kehidupan mereka. Isteri isteri Rosululloh saw adalah wanita wanita di zaman nabi saw yang diperintahkan untuk duduk dalam rumah. Maka mujahadah wanita, jihad wanita, adalah berjihad atas nafsu mereka, yaitu tinggal di rumah rumah mereka membuat amalan agama. Inilah fikir kita, bagaimana kaum wanita kembali duduk dalam rumah mereka.
 
Lalu bagaimana kita dapat mewujudkan suasana agama ? Maka, bagi wanita, inilah medan usahanya. Dakwahnya adalah kepada sesama kaum wanita. Apabila datang kawan kawan dia ke rumah, inilah medan jihad buat mereka. Dakwahi mereka, berbicaralah mengenai agama, kebesaran Alloh SWT, dengan mereka. Sehingga dia akan terhindar dari majelis majelis ghibah, mengumpat dan sebagainya. Dan juga usaha bagi wanita yang paling dekat sekali adalah anak anaknya. Bagaimana dia dapat mendidik anak anak dia secara Islami, secara agama.
 
Kargozari
 
Ada satu kisah yang terjadi di Yordan, suatu ketika satu jamaah wanita masturat keluar ke satu rumah. Rumah ini disewa oleh orang lama. Ketika datang jamaah, pemilik rumah akan mengantar anak perempuannya ke universitas. Mereka adalah wanta yang keluar rumah tanpa menutup aurat. Ketika anak perempuan ini datang ke dalam rumah untuk mengambil sewa, si anak perempuan ini dipanggil untuk duduk sama sama mendengar halaqah taklim, mendengar ayat Al Quran dan Hadits.
 
Kesan dari taklim dan mudzakaroh bersama jamaah telah memotivasi dia, sehingga dia terus menangis. Setelah mengambil sewa, anak gadis tadi balik ke rumah, lalu dia menangis kepada ibunya. Ibunya bertanya “Ada apa kamu ini, tiba tiba pulang ke rumah menangis ?” Ditanya oleh ibunya, dia diam saja. Kemudian si anak gadis ini segera shalat, berdoa menangis kepada Alloh SWT. Dalam doanya dia bertobat kepada Alloh SWT, sampai pagi, sehingga dia tertidur keletihan berdoa dan menangis.
 
Setelah bangun, ibunya tanya “Kamu kenapa tidak pergi nak ke universitas ?” Anak gadis ini berkata “Bagaimana saya mau pergi ? Saya selama ini berada dalam kemurkaan Alloh SWT” Sementara si ibu ini sama cara hidupnya dengan si anak gadis, jika keluar rumah tidak tutup aurat. Terus ibunya berkata “Tidak apa apa. Nanti kita beli purdah, kita pakai ke universitas.” Si anak gadis ini menolak ke universitas. Dia tidak mau karena di sana bergaul para lelaki dan wanita bebas sesuka hati, membaur bersama sama. Si anak gadis ini berkata bahwa dia tak akan mau keluar rumah kecuali dengan berpurdah. Melihat ini ibunya pergi ke jamaah tanpa pakai hijab juga, dan cerita mengenai anaknya. Ibunya cerita bahwa setelah kembali dari jamaah ini, anak ini menangis dan menangis hingga dia tak mau pergi ke universitas. Sekarang dia tidak mau keluar rumah kecuali dengan berpurdah. Ibunya berkata “Saya datang untuk pinjam satu hijab dari pada jamaah.” maka ibunya pun balik ke rumah dengan membawa hijab. Sesampainya di rumah, dia lihat anaknya tertidur, kemudian dibangunkan anaknya. Ternyata sudah meninggal dunia. 
 
Nabi saw bersabda :
 
” Demi Zat yang nyawaku dalam kekuasaanNya, ada diantara manusia, orang orang yang beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga tidak tinggal antara dia dan neraka melainkan satu hasta. Namun takdir telah mendahuluinya, dia mati beramal dengan membawa amalan ahli surga. Sehingga dia masukkan Alloh SWT ke dalam surga.”
 
 
Anak perempuan tersebut yang selama ini berada dalam kemurkaan Alloh SWT, telah dikaruniai Alloh SWT mati dalam keadaan beriman. Berazam bahwa dia tidak akan keluar dari rumahnya kecuali menutup aurat, Alloh maafkan dia.
 
Nabi saw telah bersabda dari firman Alloh SWT dalam hadits Qudsi :
 
“Wahai hamba hambaKu, ketika Aku ingat kepadamu, tetapi engkau melupakanKu. Aku tutup aibmu, tetapi engkau tetap mendurhakaiKu. Jika Aku inginkan pada saat ini, maka Aku berkuasa untuk perintahkan bumi untuk menelanmu, dan memerintahkan bukit untuk menghancurkan kamu di bawah api apinya yang panas. Tetapi ingatlah hambaKu, bahwa setiap manusia pasti akan datang ke hadapanKu. Dan Aku akan beritahu segala amalan amalan mereka. Aku akan jalankan hisab hisab atas amalan amalan perbuatan mereka. Dan pada hari itu Aku akan ceritakan segala kesalahan kesalahan kamu. Maka pada hari itu kamu akan merasa alangkah baiknya kalau saya tidak lakukan kesalahan kesalahan ini dan dosa dosa itu. Tetapi sebagaimana di dunia dulu Aku telah menutup kejahatanmu dan keburukanmu, maka pada hari ini engkau akan Aku maafkan dan akan Aku ampunkan. Untuk itulah Aku telah namakan diriKu Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
 

I’m Back

Bismillahirrohmanirrohim….

Udah 3 tahun meninggalkan blog ini,,coba2 buat masuk lg….1x gagal krn salah password(hehe harap maklum dah lamaaaaaa banget),,cb yg ke2x Alhamdulillah bisa….

coba mengingat lg masa2 waktu aq semangat ngisi artikel di blog ini,,wah semangat sekali…tp mulai sibuk dengan segala aktivitas yg sebenernya udah gak inget lg apaan aja selama 3 tahun ini…

skrg aq mau coba lg rajin ngisi artikel,,sekalian dakwah….hehehe

dimulakan dengan bismillah, semoga semuanya lancar dan bermanfaat bagi ummahat….amin….

Kerja Masturah

Assalammu’alaykum wr. wb.

Usaha dakwah adalah tanggung jawab kita baik laki-laki maupun wanita tanpa kecuali. Dalam kerja dakwah mutlak kita harus melibatkan istri-istri dan wanita-wanita kita. Dalam kerja dakwah tidak cukup dengan anggapan yang penting istri kita sudah memperbolehkan kita ikut usaha dakwah saja, atau yang penting istri kita sudah senang dengan usaha dakwah , karena yang sesungguhnya diharapkan dari kita para pria adalah bagaimana kita membawa istri-istri dan wanita-wanita ahli keluarga kita supayah terlibat dan terjun langsung didalam usaha dakwah ini.

Seperti kita sering dengar begitu pentingnya wanita-wanita dilibatkan dalam usaha dakwah karena kalau kita mau melihat pada kenyataan yang ada jumlah wanita lebih banyak dari jumlah laki-laki mungkin bisa satu kali lipat atau dua kali lipat jadi kalau hanya laki-laki saja yang ambil bagian dalam usaha dakwah ini artinya baru 25% usaha kita untuk mencapai keberhasilan dalam dakwah , tetapi kalau wanita-wanita dan istri-istri ikut terlibat dalam usaha dakwah ini maka keberhasilan bisa betul-betul mencapai 100%.

Kita juga dapat melihat bahwasanya anak-anak fitrahnya lebih dekat kepada ibu, karena memang sehari-hari waktu mereka habiskan dengan ibu-ibu mereka, sedangkan bapak-bapak mereka sibuk di luar rumah, baik untuk bekerja maupun untuk yang lainnya, sehingga anak-anak kita ini selama 24 jam waktunya akan di habiskan untuk berkumpul bersama ibunya.

Kalau wanita-wanita ambil bagian dalam dakwah maka gerak dakwah akan lebih leluasa, sering kita dengar kalau hanya laki-laki saja yang berdakwah agama hanya sampai keruang tamu, karena kita tidak bisa langsung berdakwah kepada wanita, tapi kalau wanita sudah ikut ambil bagian dalam usaha dakwah ini maka agama akan betul-betul masuk kedalam rumah bahkan sampai ke dapur , sampai ke sumur dan yang dasyatnya akan sampai “kekasur”.

Allah swt tidak pernah mengutus Rasul dari kalangan wanita, tapi apabila Allah hendak menurunkan hidayah pada suatu negeri maka Allah akan lihat sejauh mana wanita-wanita ambil bagian dalam kerja-kerja dakwah , sehingga kalau kita lihat Nabi-nabi yg istri-istri mereka ikut ambil bagian dalam kerja dakwah hidayah akan tercurah-curah ( Nabi Ibrahim as, Rasulullah saw ) , begitu sebaliknya Nabi Nuh as berdakwah 950 tahun hanya 83 orang saja karena istri beliau tidak mendukung dalam kerja dakwah, kalau hanya suami saja yang aktif dalam usaha dakwah tanpa di dukung oleh istrinya seperti burung hanya dengan 1 sayang .

Sekiranya istri kita tidak mendukung dalam usaha dakwah maka akan berakibat kita menjadi lemah dalam usaha dakwah, walau pun orang sekampung menolak kita tapi istri kita mendukung maka hati akan menjadi tenang , tapi sebaliknya walau pun orang sekampung mendukung tapi istri menetang maka suasana hati dan rumah kita menjadi panas , maka bisa kita lihat banyak pekerja dakwah yang lemah karena istri-istri mereka tidak mendukung dalam kerja dakwah.

Oleh karenanya penting sekali wanita di libatkan dalam usaha dakwah , karena wanita memiliki potensi dan kekuatan diantaranya :

1. Didalam memengang prinsip dan keyakinan wanita jauh lebih hebat di banding pria, karena kalau wanita sudah mendapatkan dan menyakini suatu prinsip maka dia akan bersungguh-sungguh memegang prinsip dan keyakinannya tersebut. Kita bisa lihat ketika Rasulullah saw meninggal dunia dan diawal-awal Abu Bakar menjadi khalifah yang ketika itu banyak kaum muslim menjadi murtad tetapi Ajibnya tak satu pun wanita yang murtad, dan kita juga bisa lihat manusia yang pertama kali habis-habisan untuk usaha agama adalah wanita yaitu Khadijah r.ha

2. Wanita memiliki kekuatan untuk menyebarkan sesuatu, kalau kemampuannya itu digunakan untuk menyebarkan kebatilan maka kebatilan akan cepat tersebar begitupun kalau kemampuannya itu di gunakan untuk perkara agama maka agamapun akan mudah tersebar. Oleh karena itu bagaimana kita berusaha sekuat tenaga untuk kita membawa istri dan para wanita di keluarga kita agar terlibat dalam usaha dakwah ini.

Maksud kerja agama di kalangan wanita adalah agar wujudnya agama yang sempurna di rumah kita , sehingga kebahagiaan yang sempurna akan datang kepada kita sehingga kita dapat menjadikan rumah kita sebagai surgaku dengan terwujud agama yang sempurna .

Target jangaka pendek kerja di kalangan wanita.

1. Menjadikan istri kita sebagai `Alimah ( berilmu ) sehingga senantiasa istri kita duduk dalam taklim secara istiqomah karena nantinya istri kita yang akan bertanggung jawab dengan taklim di rumah. Taklim di rumah adalah usaha awal kerja agama dikalangan wanita, apabila kita telah membuat dan menghidupkan taklim di rumah maka ini seolah-olah kita telah mempersilahkan agama masuk kerumah kita. Apabila di rumah kita ada taklim yakni dibacakan firmah Allah swt dan sabda Rasulullah saw maka ini seolah-olah istri dan anak-anak kita setiap harinya mendapatkan nasehat langsung dari Allah swt dan Rasul-Nya. Sehingga ahli keluarga kita akan lembut dan ada kegairahan beramal serta ada kerinduan terhadap kampung akhirat dan bahkan ahli keluarga kita ada semangat untuk berjuang dan berkorban untuk agama Allah swt.

2. Supayah istri kita menjadi Murabbiyah ( pendidik ), sehingga dapat mendidik anak-anak kita secara islami. Kalau kita melihat generasi sahabat, maka pada saat umur 18 tahun sampai 20 tahun seperti Usama bin zahid , Thariq bin Ziyad mereka sudah sanggup membawa pasukan yang jumlahnya puluhan ribu untuk menyebarkan agama keluar negeri, tapi kalau kita melihat keadaan hari ini sangat berbeda jauh sekali anak-anak kita umur 20 tahun hanya bisa kongko-kongko menghabiskan harta orang tuanya, bahkan yang terparah mereka sudah tak mengetahui lagi maksud hidup mereka, bahkan sudah tak mempunyai cita-cita untuk menyebarkan agamanya. Maka disinilah peran istri kita untuk mendidik dan membina anak-anak kita supayah menjadi generasi-generasi pilihan; Alim-Alimah , Hafiz-Hafizah , Sholeh-Sholehah, Dai-Daiyah

3. Supayah istri kita menjadi `Abidah ( ahli ibadah ), maksudnya agar istri kita rajin menjaga ibadahnya sehingga istri-istri kita selalu menjaga sholatnya tepat pada waktunya, bahkan mereka juga menjaga sholat-sholat sunah ( Dhuha, Tahajud, hajad, dll ), Istri kita menjadi rajin membaca alquran minimal 1 juz setiap hari, menjaga dzikir pagi petang, bahkan rajin membaca doa-doa masnunah sehingga istri kita dapat membantu kita menarik pertolongan Allah swt , bahkan nanti sampai pada tahapan istri kita selalu menyelesaikan setiap masalah langsung kepada Allah swt melalui amalan.

4. Supayah istri kita menjadi Zahidah ( sederhana ), sehingga kehidupan istri-istri kita meneladani sahabiyah-sahabiyah ra. Kehidupan dan rumah para sahabiyah sangat sederhana, bahkan seumur hidupnya Rasulullah saw tidak pernah memakan tepung yang halus dan Aisyah rha selama menjadi istri Rasulullah saw hanya mempunyai pakaian baru cuma dua kali saja. Para sahabiyah dan istri-istri Nabi saw melakukan segala perkerjaan rumah tangga sendiri sampai-sampai Fatimah anak dari jungjungan kita Rasulullah saw selalu dalam keadaan yang sangat memprihatinkan padahal dia adalah putri kesayangan Rasulullah saw, oleh karena itu melalu usaha dakwah ini kita mengharapkan istri-istri kita mencontoh kehidupan para sahabiyah.

5. Istri kita menjadi Khaddimah ( berkhidmad ), yakni membantu melayani dan mendorong suami keluar dijalan allah , untuk kerja-kerja agama.

6. Istri kita supayah menjadi seorang Da`iyah ( penda`wah wanita ), dia ada fikir dan risau atas keadaan umat, karena pada dasarnya istri-istri sering kali berfikir atas hal-hal yang menyusahkan dirinya ( beras belum habis sudah pusing mikirin beras untuk besok ) , mudah menangis ( anak yang sakit dia yang menangis ), maka kalau mereka gunakan tangisan dan risau dia maka hal tersebut sangat kuat untuk menarik pertolongan Allah swt , dengan kekuatan itu dia akan membujuk wanita-wanita yang datang kerumah kita untuk ambil bagian dalam usaha atas agama

Maka bagaimana pun pentingnya usaha atas masturah, usaha tersebut harus di buat dengan sangat-sangat hati-hati, perlu diperhatikan tertib-tertibnya dan usul-usulnya , maka sering kita dengar kalau jamaah rizal ( laki-laki ) yang penting keluar untuk berdakwah dulu tertib nomor 2 sedangkan untuk jamaah masturah (wanita) sebaliknya. Masturah dikeluarkan harus dengan tertib kalau tidak memenuhi tertib dan usul-usulnya maka masturah tidak boleh di keluarkan.

Tertib-tertib masturah secara Umum :

1. Dikontrol oleh markaz

2. Tidak boleh bawa anak

3. Muhrim hakiki ( suami )

4. Harus diketahui kemana tujuannya

5. Garis taqwa Masturah ini harus keluar dengan hijab sempurna ( Purdah bukan Cadar, jaga suara )

 

Tertib-tertib masturah secara Khusus :

Untuk jamaah 3 hari :

1. Laki-lakinya harus sudah keluar 3 hari , masturahnya harus sudah pernah duduk dalam taklim masturah,

2.Istri kita harus siap memakai purdah ,

3.Harus dari keinginan istri kita sendiri, jgn sampai suami main paksa,

4.Jumlah jamaahnya antara 4 – 7 pasang

 

Untuk 15 hari :

Sama seperti tertib 3 hari tapi untuk laki-lakinya pernah keluar 40 hari , dan masturahnya pernah keluar 3 kali 3 kali.

Untuk jamaah 40 hari :

Sama seperti tertib 15 hari hanya saja masturahnya pernah keluar 15 hari

Untuk jamaah 2 bulan IP ( India, Pakistan )

Sama seperti tertib 40 hari tetapi Laki-lakinya sudah pernah ke IP , masturahnya minimal pernah keluar 15 hari dan ini sepenuhnya di tafakut oleh markaz Jakarta.

 

Kalau misalnya istri kita sudah dilibatkan dalam kerja masturah , maka sangat-sangat di anjurkan tetapi ini bukan nisab karena untuk masturah tidak ada nisab hanya saja ini sangat di tekankan supayah istri kita keluar setiap 3-4 bulan selama 3 hari, dan untuk tahunannya 15 hari dan 3 tahun sekali 40 hari. Kalau istri sudah siap keluar masturah maka di berikan mudzakarah untuk mempersiapkan apa-apa yang harus di persiapan sebelum keluar.

Walaupun istri kita sudah keluar masturah IP ( India, Pakistan ) tapi tidak melakukan hal-hal yang diatas ( 3 hari setiap 3-4 bulan, 15 hari setiap tahun dan 3 tahun sekali 40 hari ) maka fikir keduniaan istri kita akan kuat dan fikir akhiratnya akan melemah. Maka pentingnya istri kita melakukan hal-hal tersebut diatas dan yang tidak kalah pentingnya bagaimana istri-istri kita libatkan dalam usaha maqomi.

 

MAQOMI MASTURAH

 

1. Ta`lim Rumah

 

Taklim rumah ini harus dan wajib dibuat , baik kepada istri-istri yang belum mengambil kerja masturah maupun yang sudah, orang tua kita katakan walaupun amalan laki-lakinya sudah menyerupai Hasan Basri rah.a, dan amalan istrinya seperti Rabiah al Adawiyah maka tetap taklim rumah harus di buat secara istiqomah di tempat dan waktu yang sama minimal 30 menit plus mudzaarah 6 sifat. Dan ada hari-hari tertentu kita buat mudzakarah adab-adab sehari-hari dan masail.

2. Ta`lim Muhallah.

Penting sekali agar istri-istri kita di libatkan ikut serta dalam taklim mualah mingguan di muallah, dan tertib-tertib taklim muallah diantaranya beberapa wanita bisa menjalankan program, program dimusyawarahkan oleh kaum lelaki , dan taklim muallah harus di ketahui dan di setujui oleh markaz.

 

Kalau istri kita tak mendukung / menentang usaha dakwah maka hal-hal yang harus kita lakukan diantaranya :

1. Kita harus tetap tunaikan hak-hak istri kita walaupun dia menentang dan tidak setuju dengan usaha dakwah ini, kasih sayang kita jangan lah berkurang sedikitpun kepada dia , jangan main ancam-ancam untuk melakukan poligami kalau istri kita menolak dakwah, jangan pernah punya pikiran seperti itu, kita harus tetap  tunaikan keperluan dan hak dia.

2. Kita jangan menuntut hak kita di tunaikan, kalau sekiranya istri kita tidak mau mencucikan baju kita ya kita cuci sendiri, kalau istri kita tidak mau masak yang masak sendiri bahkan kalau istri kita tidak mau di ajak ”tidur” ya kita tidur sendiri. Intinya kita jangan menuntut hak kita.

3. Tetap lakukan dakwah secara istiqomah, waktunya nisab kita tetap berangkat walau istri tidak setuju, kalau kita pulang istri kita marah, maka kita diam saja dengan tetap jaga kasih sayang, jangan pernah lupa hak istri walau dia mati-matian menentang dakwah. Insya Allah kita semua niat amal.

 

Subhanallahi wabihamdika ashadu ala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’..

Wassalamuaikum.wr.wb, Baca lebih lanjut…

8 Pesanan Wanita

Pesanan ulama tehadap para wanita :

1.       Sholat di awal waktu

2.       Membaca Al Quran secara istiqamah

3.       Ta’lim wa ta’allum

4.       Mendidik anak secara sunnah

5.       Hidup sederhana

6.       Menutup aurat secara sempurna

7.       Melayani suami dengan baik

8.       Mendorong suami dan muhrim untuk keluar di jalan Allah

 

1.       Sholat Di Awal Waktu

a.       Berwudhu sebelum adzan

b.      Mendorong suami, saudara laku2, anak laki2, bapak untuk sholat berjamaah di masjid

c.       Meninggalkan semua kegiatan waktu adzan dikumandangkan

d.      Memperbanyak sholat-sholat sunnah (rawatib, Isyraq, dhuha, tasbih, awwabin, tahajud dan witir).

 

2.       Membaca Al Quran dan Zikir Pagi Petang secara Istiqamah

a.       Mengusahakan membaca 1 juz setiap hari bagi yang sudah lancar membaca dan 3 juz  per hari bagi yang hafidzah.

b.      Membaca surat As Sajadah dan Al Mulk di antara maghrib dan Isya

c.       Membaca surat Yasin pagi dan petang

d.      Membaca Al Waqiah sebelum tidur

e.      Membaca surat Ad Dukhan setiap hari

f.        Membaca Tasbihat , sholawat, dan istighfar masing2 100 kali di waktu setelah sholat subuh dan setelah sholat ashar

3.       Ta’lim wa Ta’allum

a.       Menghidupkan ta’lim secara istiqamah setiap hari di rumah

b.      Menceritakan kisah para Nabi dan para shahabat dengan cara yang mudah difahami oleh anak

c.       Mengajarkan cara sholat, cara berpakaian secara sunnah, dan sunnah2 nabi dalam keseharian (makan, tidur, safar, istinja, dll).

4.       Mendidik anak Secara Sunnah

a.       Memperkenalkan sunnah kepada anak sejak sedini mungkin

b.      Mendidik mereka adab-adab, doa-doa nabi, cara bergaul.

c.       Beri contoh dengan contoh yang baik

d.      Mendidik sholat ketikan usia 7 tahun dan membiasakannya untuk sholat 5 waktu dan sholat2 sunnah

5.       Hidup dengan Pola Sederhana

a.       Kita harus mencontoh kehisupan Rasulullah yang sederhana

b.      Jangan sembarangan membelanjakan harta suami secara berlebih-;ebihan dan tidak tepat, bermusyawarahlah untuk setiap pengeluaran.

c.       Belanja menurut kebutuhan bukan memenuhi keinginan nafsu.

d.      Mengatur keuangan keluarga

6.       Menutup Aurat secara Sempurna

Aurat wanita di luar sholat seluruh tubuhnya harus di tutup secara sempurna ketika keluar rumah dan ditemani dengan mahramnya

7.       Melayani Suami

a.       Mempersiapkan semua kebutuhan suami dan mengurus rumah dengan bersih dan rapi

b.      Mencuci baju, memasak,

c.       Diam ketika suami berbicara

d.      Mengantar suami apabila mau pergi

e.      Berhias / rapi / bersih / wangi di hadapan suami

f.        Memakai wangi-wangian

g.       Memelihara bau mulut

h.      Menawarkan diri ketika mau tidur

8.       Mendorong Suami dan Muhrim untuk Keluar di Jalan Allah

a.       Mengingatkan dan menyiapkan keperluan mereka

b.      Mengorbankan segala yang ada untuk memperjuangkan agama Allah

Fadhilah Wanita

1. Doa wanita lebih maqbul dari lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat dari lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulallah SAW akan  hal  tersebut, jawab baginda : “Ibu lebih penyayang dari bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”

2. Wanita yang solehah itu lebih baik dari 1,000 orang lelaki yang tidak soleh.

3. Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari 70 orang wali.

4. Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari 70 lelaki soleh.

5. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis kerana takutkan Allah SWT  dan orang yang takutkan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

6. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti  bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan dari anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyenangkan anak perempuannya seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail AS.

7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarah (tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca “Alhamdulillahi’alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah”. Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa.”, maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari seksa, bahkan AllahTa’ala mengangkatnya ke atas darjat, seperti darjatnya 40 orang mati syahid, apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya.

8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW.) di dalam syurga.

9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah syurga.

10. Dari ‘Aisyah r.ha. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka merekaakan menjadi penghalang baginya dari api neraka.”

11. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

12. Apabila memanggil akan engkau kedua ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan meredhainya. (serta menjaga sembahyang dan puasanya)

15. ‘Aisyah r.ha. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW. siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?” Jawab baginda, “Suaminya”. “Siapa pula berhak terhadap lelaki ?” Jawab Rasulullah SAW. “Ibunya”.

16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan solat lima waktu, berpuasa wajib sebulan (Ramadhan), memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka pasti akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.

17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu dari suaminya (10,000 tahun).

18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya  1,000 kejahatan.

19. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik dari 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

20. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

21. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

22. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan   Allah SWT

23. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

25. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

26. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya dari badannya (susu badan) akan dapat satu pahala dari tiap-tiap titik susu yangdiberikannya. 27. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup   tempoh (2 1/2 tahun), makamalaikat-malaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajib baginya.

27. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

28. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesa kerana menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.

29. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila diahiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

30. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya,bahkan segala sesuatu yang disinari sang suria akan meminta keampunan baginya, dan Allah mengangkatkannya seribu derajat untuknya.

31. Seorang wanita yang solehah lebih baik dari seribu orang lelaki yang tidak soleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginyalapan pintu syurga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.

32. Wanita yang menunggu suaminya hingga pulang, lalu ia bersihkan mukanya, lalu dia menyediakan makan minumnya, memandang pada suaminya dengan mesra, memegang tangannya, lalu menghiasi hidangan makanannya, memelihara anaknya, memanfaatkan hartanya untuk suaminya mencari keridhaan Allah, maka disunatkan baginya akan tiap-tiap kalimah ucapannya, tiap-tiap langkahnya dan setiap pandangannya pada suaminya sebagaimana memerdekakan seorang hamba. Pada hari Qiamat kelak, Allah kurniakan Nur hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas karunia rahmat itu. Tiada seorang pun yang sampai ke mertabat itu melainkan Nabi-nabi.

34. Tidakkan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya.

35. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah dengan  penuh rahmat.

36. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.

37. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan medapat pahala jihad.

38. Jika wanita memijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memijat suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.

39. Dari Hadrat Muaz ra.: Mana-mana wanita yang berdiri atas dua  kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api,maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.

40. Thabit Al Banani berkata : Seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya.

41. Apabila ia menghidangkan makanan dihadapan suaminya, dipegangnya pelita  sehingga suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokkannya matanyayang buta telah celik. Allah kurniakan keramat (kemuliaan pada perempuan itu kerana memuliakan dan menghormati suaminya).

42. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah SAW. keluar mengiringi   jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis itu. Baginda lalu bertanya, “Adakah kamu menyembahyangkan mayat ?” Jawab mereka,”Tidak”. Sabda Baginda “Sebaiknya kamu sekalian tidak perlu ziarah dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada suami niscaya pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang lelaki.

43. Wanita yang memerah susu binatang dengan “Bismillah” akan didoakanoleh binatang itu dengan doa keberkatan.

44. Wanita yang menguli tepung gandum dengan “Bismillah” , Allah  akan berkahkan rezekinya.

45. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di Baitullah.

46. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan mejadikan 7 parit diantara dirinya dengan api neraka, jarak diantara parit itu ialah sejauh langit dan bumi.”

47. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utus benang yang dibuat dan memadamkan seratus perbuatan jahat.”

48. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menganyam akan benang dibuatnya, Allah telah menentukan satu tempat khas untuknya di atas tahta di hari akhirat.”

49. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang dan kemudian dibuat pakaian untuk anak-anaknya maka Allah akan mencatatkan baginya ganjaran sama seperti orang yang memberi makan kepada 1000 orang lapar dan memberi pakaian kepada 1000 orang yang tidak berpakaian.”

50. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut  anaknya, menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan memandikan anaknya itu, Allah akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya.”

51. Sabda Nabi SAW: “Ya Fatimah barang mana wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya, memotong kumis (misai) dan mengerat kukunya, Allah akan memberi minum akan dia dari sungai-sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman- taman syurga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan selamatlah ia melintas Titian Shirat. ‘

52. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

53. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal dari suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat dari yakut.

54. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat,tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya iaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.

55. Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita (isteri) yang solehah.

56. Salah satu tanda keberkatan wanita itu ialah cepat perkahwinannya,cepat pula kehamilannya dan ringan pula maharnya (mas kahwin).

57. Sebaik-baik wanita ialah wanita (isteri) yang apabila engkau memandang kepadanya ia menggirangkan engkau, jika engkau memerintah ditaatinya perintah engkau (taat) dan jika engkau berpergian dijaga  harta engkau dan dirinya.

58. Dunia yang paling aku sukai ialah wanita solehah.

59. Rasulullah SAW bersabda bahwa, “Allah telah memberikan sifat iri  (pencemburu) untuk wanita dan jihad untuk lelaki. Jika seorang   wanita melatih kesabarannya dengan iman dengan mengharapkan pahala dari sesuatu perkara yang menyebabkannya menjadi cemburu (iri hati), seperti misalnya suaminya menikahi istri kedua, maka ia akan menerima ganjaran seorang syahid”.

60. doa seorang isteri yang taat memiliki kekuatan 70 wali

61. isteri yang membuatkan minum suami tanpa diminta, pahalanya 3 x khatam Al Qur’an.

62. Masakan isteri yang dilakukan secara sunah dan dimakan suami beserta keluarga pahalanya semua untuk isteri dan do’a suami yang memakan masakannya menjadi do’a yang diijabah.

63. isteri yang membangunkan suami untuk shalat atau menyuruh shalat berjamaah di masjid pahalanya 27+1

64. Isteri yang kelelahan bangun malam karena anaknya minta susu sama dengan pahala 70 x haji mabrur

65. Seorang ibu yang menyusui setiap tetes susunya senilai 200 8 shalat khusu wal khudu dan doanya di ijabah’ (fadilah wanita)

66. burung di udara dan malaikat dilangit akan selalu memintakan ampunan kepada Allah selama. Isteri dalam keridhaan suami”,

67. “bila seorang suami pulang dengan gelisah dan isteri menghiburnya maka isteri mendapatkan 10 pahala jihad”,

68. “bila seorang wanita hamil shalatnya dua rekaat adalah lebih baik dari 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil”,

69. “bila seorang wanita hamil akan mendapatkan pahala 70 tahun shalat nafil dan 70 tahun puasa”

70. “wanita yang mencuci pakaian suami dan anak-anaknya akan mendapat 1000 kebaikan dan akan diampuni kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari matahari memintakan ampun baginya dan Allah SWT mengangkat derajatnya 1000 tingkat”.

71. “Wanita yang menyusui anaknya, maka setiap tetesan air susu tersebut akan mendapatkan 1 pahala dan apabila cukup 2 tahun menyusui maka malaikat dilangit akan mengabarkan berita bahwa SURGA WAJIB BAgINYA”.

72. Apabila sorang wanita kdatangan haid maka haidnya akan menghapus dosa2nya

apabila ia membaca pd hr pertama “Alhamdulilahi ala kullu halin wa astagfirullaha min kulli zambi” mk ALLAH akn membebaskannya dr jahanam, shirat & adzab.

73. Setiap hr haidnya ALLAH tinggikan dia dng phla 40 org mati syahid apabila ia berdzikir.

Sumber: http://buyaathaillah.wordpress.com/fadhilah-wanita/